MUI Kaji Larangan Main Game PUBG, Ini Kata Pengamat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengerjakan kajian berhubungan pelarangan bermain game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) di Indonesia. Seperti diketahui, game PUBG mengangkat permainan tembak-menembak, di mana gamer mengendalikan karakter guna menembak musuh dengan senjata api.

 

Berdasarkan keterangan dari pengamat sekaligus Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, game mempunyai klasifikasi umur dan yang memainkan game itu harus dipantau sesuai usia, baik oleh diri sendiri atau orangtua.

 

“Tentu situasi di Selandia Baru bertolak belakang dengan Indonesia soal kepemilikan senjata, namun memang mesti diawasi bareng dampak negatif. Mungkin MUI dapat berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo dan KPAI guna sama-sama menilai apakah games ini riskan atau tidak,” jelasnya untuk Okezone, Kamis (21/3/2019).

 

Ia mengatakan, Kominfo dan KPAI dapat secara proaktif mengevaluasi dan menilai game (PUBG) ini, bahkan dapat juga melibatkan BNPT.

 

“Kalau benar berbahaya untuk generasi muda kita, lagipula anak-anak, ya tidak boleh sungkan guna dilarang,” tuturnya.

 

Game PUBG menjadi sorotan sejumlah waktu belakangan ini, terutama di India. Pemerintah Gujarat, India merealisasikan larangan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile.

 

Lebih dari 10 pelajar diciduk di kotak Ahmedabad sebab bermain game shooter itu, dan 16 orang lagi diciduk di kota Rajkot dalam sepekan terakhir, menurut keterangan dari laporan BBC, laksana dikutip Cnet.

 

“Tim kami menciduk anak-anak muda ini dengan tangan merah (tertangkap basah). Mereka ditahan sesudah mereka ditemukan bermain game PUBG,” kata Police Onspector Rohit Raval, menurut keterangan dari Indian Express.

 

Permainan tersebut dilarang pada 6 Maret oleh komisaris polisi Gujarat, Manoj Agrawal. Permainan itu, menurut keterangan dari pihak berwenang setempat, terlalu menciptakan ketagihan, terutama untuk siswa. Seorang menteri di Goa, negara bagian beda di India, menyinggung permainan tersebut “iblis di masing-masing rumah,” lapor Hindustan Times.