Pertanyakan Komentar Erdogan Soal Penyerangan Masjid, Menlu Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengucapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Winston Peters bakal berangkat ke Turki guna mengklarifikasi langsung maksud komentar Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan atas serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu. Warga Australia, Brenton Tarrant (28), didakwa mengerjakan pembunuhan setelah mencungkil tembakan di dalam masjid yang menewaskan 50 jemaah.

 

Erdogan – yang tengah berupaya menggalang sokongan untuk Partai AK guna Pemilu pada 31 Maret – menuliskan Turki akan menciptakan perhitungan dengan pelaku teror andai Selandia Baru tidak beraksi apapun. Hal tersebut dia sampaikan ketika berkampanye dengan menyertakan rekaman video penembakan yang disiarkan secara langsung oleh pelaku di Facebook.

 

Ardern menuliskan pihaknya butuh segera mendapat klarifikasi atas pengakuan tersebut. Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (20/3).

 

“Wakil Perdana Menteri bakal mengkonfrontasi (bersangkutan) komentar tersebut di Turki,” kata Ardern untuk wartawan di Christchurch.

 

Peters sebelumnya mengutuk penayangan rekaman penembakan itu, yang katanya dapat membahayakan penduduk Selandia Baru di luar negeri. Terlepas dari campur tangan Peters, manifesto Tarrant hadir di layar kampanye Erdogan pada Selasa, bareng dengan cuplikan lelaki bersenjata menginjak salah satu masjid dan menembak ketika mendekati pintu.

 

Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison memanggil utusan besar Turki dan meminta komentar Erdogan dihapus dari media Turki.

 

“Saya menunggu tanggapan dari pemerintah Turki sebelum memungut tindakan lebih lanjut, tetapi saya bisa memberi tahu kita bahwa semua pilihan ada di meja,” kata Morrison untuk wartawan di Canberra.

 

Morrison mengatakan, Duta Besar Australia guna Turki pada hari Rabu bakal bertemu dengan pejabat pemerintah Turki. Canberra pun mempertimbangkan kembali ajakan perjalanan penduduk Australia yang merencanakan trafik ke Turki.

 

Hubungan antara Turki, Selandia Baru dan Australia pada lazimnya berjalan baik. Ribuan penduduk Australia dan Selandia Baru berangjangsana setiap tahun ke Turki guna upacara peringatan perang.

 

Lebih dari seabad yang lalu, ribuan tentara dari Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru (ANZAC) berusaha di daratan suatu pantai sempit di Gallipoli sekitar kampanye naas yang merenggut lebih dari 130.000 jiwa. Area ini sudah menjadi website ziarah untuk pengunjung yang memuliakan bangsanya yang tewas di belahan dunia beda pada peringatan Hari ANZAC masing-masing tanggal 25 April.